Logo
images

MESKIPUN TERLINDAS OLEH ZAMAN,NAMUN USAHA KERAJINAN GERABAH JORONG GALOGANDANG MASIH EKSIS

Tanah Datar.

Meskipun telah terlindas oleh zaman,namun keberadaan usaha gerabah di Jorong Galogandang Nagari III Koto Kecamatan Rambatan,Tanah Datar masih tetap eksis,bahkan mampu menghidupkan keluarga pengrajinnya.

Hasil buah tangan dari Ibu-Ibu Rumah tangga di wilayah ini telah dipasarkan ke berbagai kota dan Kabupaten di Sumatera Barat.

Jorong Galogandang sejak dahulu dikenal dengan kerajinan yang terbuat dari tanah liat itu ,saat ini pembuatan gerabah disana masih menggunakan peralatan yang sederhana,namun mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai seni serta berguna bagi masyarakat.

Kerajinan gerabah ini menurut warga setempat pada umumnya dilakukan secara turun temurun sehingga tak heran para Ibu-ibu di jorong Galogandang mampu memproduksi produk kebutuhan rumah tangga ini.

Meskipun produk-produk rumah tangga banyak dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan yang modern,namun tidak mempengaruhi usaha produksi gerabah di Jorong Galogandang,buktinya gerabah yang dihasilkan oleh warga Galogandang ini masih banyak yang beredar dipasaran,bahkan pesanan berasal dari luar daerah Sumatera Barat.

Armitas salah seorang pelaku usaha Gerabah kepada Bnews Jumat (6/4)mengungkapkan,Dia mampu menghasilkan 10 gerabah dalam satu hari,dan dijual kepasar.

“Hasilnya pun lumayan,dalam satu Gerabah yang siap pakai dihargai bervariasi tergantung ukuran yang diingini oleh konsumen,Satu gerabah dengan ukuran besar dihargai sebesar Rp 125 Ribu,sedangkan untuk ukuran kecil dijual dengan harga Rp 5 ribu”Ungkapnya.

Senada yang diungkapkan oleh penrajin lainnya yakni Nelmayanis,menurutnya meskipun hasil produksi Gerabah yang dibuat olehnya dengan secara sederhana,namun kualitas dan kuantitasnya tidak kalah dengan roduksi dari perusahaan modern.

“Meskipun dibuat dengan cara sederhana,namun hasil produksi gerabah disini mampu mendapat tempat dihati konsumen,buktinya hasil produksi warga Jorong ini terjual habis dipasaran”Ungkapnya senang.

Saat ini pelaku usaha gerabah di Jorong Galogandang masih menggunakan cara tradisional baik dalam meratakan tanah liat sebagai bahan baku maupun dalam pembentukan gerabah itu sendiri sebelum memasuki proses pembakaran.

Berdasarkan pantauan BNews dilapangan meskipun pengrajin gerabah disini masih bertahan dengan cara tradisional,namun mereka tentu mempunyai keinginan untuk meningkatkan hasil produksi disamping menjaga kualitas dan kuantitas,hal ini merupakan sebuah tantangan bagi Pemrintah agar mencarikan bapak angkat bagi para pengrajin gerabah diJorong galogandang ini agar kelangsungan kerajinan gerabah terus terjaga.(Reyhan/LAP)


TAG

Dipost Oleh SATRIA

wartawan /Reporter/ Tim Liputan Batusangkar NEWS| Sumber Informasi Terpercaya Batusangkarnews.com

Tinggalkan Komentar