Logo
images

NASRUL SANG KOLEKTOR BENDA ANTIK DARI TANJUNG EMAS

Tanahdatar.

Benda benda bersejarah peninggalan Dinasti kerjaan  China masa lampau yang tidak diketahui berpa umurnya seperti lampu kuno keris-keris kuno ,mata uang kuno serta benda lain peninggalan nenek moyang orang Minang  ternyata masih tertata rapi di etalase yang terletak didalam rumahnya di jorong saruaso Timur ,Kecamatan tanjung Emas ,Tanahdatar

Nasrul (54) sang kolektor benda-benda bernilai sejarah tinggi tersebut mengaku, masih menyimpan setidaknya 50 buah pusaka dari berbagai peninggalan pusaka neneka moyang .

"Benda ini didapat dari berbagai daerah dan ada pula yang memberikannya kepada saya " ujarnya, di Saruaso Tanahdatar Senin (26/3).

Nasrul bersama istrinya Gusmiar (50) mengaku sudah bertahun-tahun merawat benda -benda tersebut yang jumlahnya puluhan buah.

"Banyak peninggalan sejarah yang ditinggalkan pada zaman lampau," tuturnya.

Berbagai koleksi yang dimiliki kolektor ini terbilang sangat menakjubkan, jiwa kolektor yang menurun dari  orang tuannya ini ternyata bisa diteruskannya.

"Saya menyukai hobi koleksi ini dari kebiasaan orang tua," tuturnya.

Nasrul  mengaku, ia betul-betul memulai menekuni mengoleksi barang-barang antik ini semenjak tahun 1990  silam .

Dalam pengakuan Nasrul , sebenarnya dia tidak selalu membeli pusaka, akan tetapi pusaka tersebut ada yang didapatnya secara tidak sengaja atau ada juga yang diberi oleh orang lain Rupanya bukan hanya saja benda sejarah yang ia pampang juga ada uang Presiden RI pertama Ir Soekarno pecahan Rp 10000,RP 1000 tahun 1964 sebanyak 4 lembar dan ada juga uang pecahan kuno dimasa zaman VOC .

“Sebenarnya koleksi saya ini sudah banyak sekali ,namun kadang ada yang saya beri saja kepada orang lain seperti patung budha ”Katanya .

Sekaitan dengan koleksinya ini ,Dia menceritakan pernah beberapa malam tidur keluarganya terganggu oleh suara orang memanggil ,namun setelah dilihat keruangan tersebut orang yang memanggil itu tidak ada dan ini terus berlangusng sehingga mereka menjadi terbiasa .

“ Setelah patung Budha ini tidak disini lagi ,suara-suara orang  memanggil itu pun hilang “Ujarnya .(Reyhan/LAP)


TAG

Dipost Oleh SATRIA

wartawan /Reporter/ Tim Liputan Batusangkar NEWS| Sumber Informasi Terpercaya Batusangkarnews.com

Tinggalkan Komentar